glagah sudah ku kunjungi

April 10, 2008 at 12:06 pm (traveling)

WILAYAH DIY, banyak menyimpan potensi wisata. Termasuk potensi wisata pantai. Salah satunya, adalah pantai Glagah, yang berada di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Pantai Glagah, yang berjarak sekitar 40 km dari kota Yogyakarta, atau sekitar 15 km dari ibukota Kabupaten Kulonprogo, Wates memiliki potensi dan keindahan alaminya sangat menarik untuk dinikmati penggemar wisata pantai. Sebab di kawasan pantai selatan ini memiliki banyak objek maupun sarana untuk melakukan refreshing. Sayangnya, karena Glagah termasuk pantai yang terjal dan curam, sehingga kawasan ini tak boleh untuk berenang. Bagi penggemar pancing, bisa memuaskan hobinya itu dengan memancing di kolam pemancingan yang memang telah disiapkan oleh Pemkab Kulonprogo. Bahkan para nelayan di pantai ini, akan dengan senang hati memandu wisatawan menyusur pinggiran pantai. Hasil dari pemancingan, bisa langsung dinikmati, dengan meminta jasa dari pemilik warung di sekitar pantai. Bagi penggemar ikan laut segar, di Glagah bisa juga menikmatinya. Aneka jenis makanan laut, mulai kepiting, udang, bawal, dan jenis ikan laut bisa dipesan di warung-warung di kawasan pantai Glagah ini. Sedangkan bagi wisatawan yang memiliki kegemaran olahraga dayung, di kawasan pantai yang gelombang lautnya tidak terlalu besar ini, bisa memuaskan diri bermain perahu kano. Namun bagi wisatawan yang memiliki hobi menikmati keindahan alam, juga disediakan gardu pandang, taman rekreasi, dan lokasi berkemah. Namun sebenarnya, daya tarik pantai Glagah tidak hanya itu. Sebab di pantai ini juga dipandang sebagai tempat yang sangat bagus untuk menerbangkan layang-layang, maupun untuk pecinta balap motor untuk berpacu dalam ajang motocross. Baik pesta layang-layang maupun motocross, sebenarnya bisa dijadikan event yang cukup potensial untuk menghidupkan kawasan wisata Glagah ini. Sebab untuk kondisi sekarang ini, dua event itu, masih terkesan belum digarap secara serius dan rutin. Padahal jika Pemkab Kulonprogo mau merangkul pihak swasta, khususnya kalangan Event Organizer, kedua event itu akan mampu menyedot pengunjung. Hal itu selain akan berarti meningkatkan jumlah pengunjung, juga akan dapat berdampak pada upaya meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Kulonprogo. Persoalan lain yang perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berwenang untuk menata kawasan Pantai Glagah, dengan kondisi malam hari yang kurang penerangannya, maka di kawasan itu kadangkala memancing terjadinya tindak kejahatan. Hal itu berarti, akan menjadi penghalang bagi wisatawan yang berkeinginan menikmati suasana malam kawasan pantai itu. Karena itu soal penerangan dan sekaligus keamanan, perlu mendapat perhatian dari instansi yang berwenang, agar kawasan pantai Glagah menjadi kawasan yang nyaman dan bebas dari gangguan kejahatan itu. Maka jika melihat potensi yang ada, sebenarnya pantai yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo ini, sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata pantai untuk memikat berbagai kalangan. Hanya saja, yang disayangkan, untuk menuju lokasi ini, selain belum didukung dengan sarana transportasi yang memadai dan masih sangat minim. Selain jumlah armadanya yang tidak terlalu banyak, wakjung ingin menikmati suasana petang untuk menikmati terbenamnya matahari, juga harus merasa was-was, jangan-jangan akan ketinggalan angkutan. Karena itu, agar suasana pantai Glagah bisa lebih semarak, masalah angkutan ini perlu menjadi perhatian yang serius dari berbagai pihak, khususnya Pemkab Kulonprogo. Meskipun sebenarnya, di kawasan pantai selatan di Kulonprogo ini, tidak hanya ada pantai Glagah saja. Namun di kawasan ini, masih ada pantai Congot dan pantai Trisik. Dari Pantai Glagah jaraknya juga tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 5-7 km. Bahkan pantai Glagah, di wilayah Kulonprogo hanya merupakan salah satu objek wisata yang termasuk potensial. Sebab objek wisata Pantai Glagah masih merupakan primadona. Karena itu Pemkab Kulonprogo, berencana akan terus mengembangkan. Untuk menyiapkan pengembangan itu, kini objek wisata yang terletak di wilayah Kecamatan Temon itu, mulai menggeliat untuk berbenah diri. Bahkan ada kecenderungan wisatawan dari berbagai daerah setiap hari berdatangan guna menikmati keindahan panorama laut selatan itu. Seiring mulai ramainya pengunjung objek wisata, menumbuhkan pemikiran baru bagi Pemkab Kulonprogo bersama masyarakat lokal guna mengembangkannya lebih lanjut. Peran serta masyarakat lokal, sudah nampak saling berebut dapat membangun rumah di lokasi objek wisata. Beberapa investor pun mulai berinvestasi, baik melalui agrowisata maupun menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan para wisatawan. Geliat objek wisata Pantai Glagah dirasakan dengan tersedianya jaringan listrik dari PLN. Walaupun keberadaan listrik hanya menjadi salah satu penunjang pengembangan memberikan dampak positif, kemajuan objek wisata Glagah. “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kulonprogo sedang mempersiapkan penataan ruangan di objek wisata Pantai Glagah. Hal ini sangat perlu, karena berbagai informasi untuk pengembangan pantai Glagah ini sangat penting bagi para investor untuk berinvestasi di sana,” tutur Kepala Disbudpar Kulonprogo ketika ditanya seputar pengembangan objek wisata Pantai Glagah. Objek wisata Pantai Congot yang berjarak sekitar 7 km sebelah barat pantai Glagah, akan menjadi satu kawasan objek wisata Glagah. Di dalam kawasan yang meliputi wilayah Paliyan, Sindutan dan Jangkaran dilengkapi prasarana pendukung. Investor yang sudah mulai masuk melakukan pekerjaan berupa pembangunan lapangan golf. Diharapkan investor tersebut bisa melanjutkan pembangunan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemudian juga sudah ada kesediaan investor, berencana mengembangkan agrowisata di atas lahan seluas 5 hektar. “Sekarang sudah sampai pada tahap sosialisasi dengan masyarakat yang selama ini sudah menggarap lahan pantai di sana. Ini merupakan pengembangan agrowisata yang saat ini sudah ada di objek wisata Pantai Glagah. Keberadaan dermaga yang dibangun di muara Sungai Serang cukup mendukung dalam usaha pengembangan pariwisata di pantai selatan wilayah Kulonprogo ini. Selain melakukan penataan ruangan sebagai informasi bagi investor yang hendak berinvestasi. Pemkab Kulonprogo merencanakan membangun jalan baru di tanah perbatasan milik penduduk dengan tanah Sultan Ground sepanjang sekitar 7 km dari wilayah Glagah sampai Congot. Pembangunan ruas jalan selebar kurang lebih delapan meter, sebagai jalur alternatif jalan wisata yang di musim liburan padat pengunjung. “Selain untuk pengembangan pariwisata, bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar,” jelasnya. Menurutnya Pemkab Kulonprogo juga akan membangun sebanyak 15 kios di sekitar Joglo di Pantai Glagah. Kios yang akan dibangun berukuran 4 X 5 meter itu di bagian belakang kios akan dilengkapi dengan tempat parkir kendaraan. Rencana pembangunan kios tersebut baru disosialisasikan dengan para pedagang. Untuk menambah kesan objek wisata Pantai Glagah hidup di malam hari, akan dipasang lampu penerangan jalan melengkapi lampu penerangan jalan yang sudah terpasang sebelumnya. Agar tidak terkesan panas di siang hari, juga melakukan penanaman tanaman perindang

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

walapun cuma di depan pantai bentar

April 7, 2008 at 3:49 am (traveling)

PANTAI BENTAR INDAH
Wisata Probolinggo, Bentar Indah adalah obyek wisata Pantai yang terletak di tepi jalan Surabaya Banyuwangi, Kecamatan Gending 7 Kilometer dari Kota Probolinggo, ke arah timur. Pantai Bentar sangat potensial mengingat lokasi merupakan lintasan wisata overland Jawa-Bali, bisa dikembangkan menjadi semacam resort. Di sekitar pantai direncanakan akan didirikan Hotel Terapung lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya berupa water sport, sea aquarium, play ground, swimming pool, mangroves forest, fish pond dll. Apalagi di sepanjang perjalanan dari Surabaya-Bali hanya ada satu stop over bagi wisatawan, yaitu Pantai Pasir Putih (Situbondo). Makanya Bentar Indah dianggap cukup menjanjikan, khususnya bagi pengusaha restorant dan perhotelan.

Letaknya berada di tikungan jalan raya, berseberangan dengan bukit. Dari atas bukit, nampak lokasi Bentar Indah berada dibibir pantai dengan latar belakang pemandangan laut yang sangat indah. Disebelah timurnya terdapat hutan bakau yang diperluas untuk tambak tradisional untuk benih udang dan ikan laut. Wisatawan dapat memancing, dengan membayar sewa pemancingan. Dimasa mendatang rencananya perjalanan dari Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang akan dialihkan ke Pantai Bentar Indah. [Probolinggo]

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

pantai serang blitar

April 6, 2008 at 4:24 pm (traveling)

Pantai Serang

Pantai Serang terletak di desa Serang, kecamatan Panggungrejo, sekitar 40 km dari kota Blitar. Setiap bulan Suro, diadakan upacara di pantai ini. Pantai ini juga sering digunakan untuk memperkirakan bulan Ramadhan dan menentukan hari Raya Idul Fitri.

Pantai Serang merupakan pantai alam yang indah. Terbentang pasir putih sepanjang pantainya. Pengunjung dapat melakukan banyak kegiatan di pantai ini seperti berenang, berjemur, memancing, berperahu, dll. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang terkenal di kabupaten Blitar. Kunjungi pantai Blitar dan anda akan menemukan pengalaman baru yang tak terlupakan sepanjang perjalanan anda. Selain itu, para pengunjung juga akan menyaksikan upacara tradisional di pantai ini yang digelar setiap tahunnya.

Upacara Larung Sesaji

Upacara Larung Sesaji diadakan setiap tanggal 1 bulan Suro di laut selatan, pantai Tambakrejo, kecamatan Wonotirto. Upacara Larung Sesaji diadakan untuk mengucapkan rasa syukur dan do’a pada Tuhan yang telah memberikan hasil laut dan keselamatan pada para nelayan.

http://www.eastjava.com/tourism/blitar/map/blitar_map_350.gif

Upacara ini diikuti oleh hampir seluruh penduduk disekitar pantai. Mereka membawa sesaji berupa Tumpeng dan menghanyutkannya di laut selatan. Sesaji itu merupakan simbol dari ucapan syukur atas berkah yang mereka dapatkan dari Tuhan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

angga sampe makam bungkarno wahhhhh

April 6, 2008 at 4:11 pm (traveling)

Kompleks makam Bung Karno sebelumnya merupakan satu kompleks dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan joglo. Sejak 2004 telah ditambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut. Tim arsitek bangunan baru diketuai oleh Pak Pribadi Widodo dan Pak Baskoro Tedjo dari ITB. Sejak kami memasuki area makam ini, sebuah bangunan disamping makam menarik perhatian kami.

The tomb complex was one complex with Javanese local architecture called Joglo. Since 2004 had been added with new building which became one complex with the old building of the tomb complex. The architect team led by Pribadi Widodo and Baskoro Tedjo from ITB. Since we enter the area of the tomb, there’s a new building that attract our attention.


Anatomy of Bung Karno’s Complex according to my vision

makam bung karno 1
Gerbang kompleks lama, yang berbentuk seperti candi dengan ukuran besar. Tampaknya terdapat keinginan menarik masa lalu ke masa sekarang yang dimulai dari kompleks lama ini, dalam bentuk yang sangat mirip (atau dimiripkan) dengan bangunan candi masa lalu, demikian pula dengan bahan bangunannya menggunakan batuan. Sistem konstruksi massa, namun kami ingin mengetahui apakah bagian dalam bangunan ini diisi dengan sistem konstruksi beton, tampaknya demikian.

The old gate, formed candi or temple in big size. It’s likely to draw the past to the present started with the old complex, in the form of ancient temple, with stones.

makam bung karno 2
Bangunan yang memayungi makam Bung Karno. Bentuknya pendopo memayungi makam. Bangunan joglo lebih kekinian daripada bangunan candi.

The building that covers the tomb of Bung Karno. The shape of ‘pendopo’ (traditional Javanese terrace house) covers the tomb. The Joglo form is more recent than the ‘candi’ form.

makam sukarno 1
Space penghubung antara kompleks lama dengan bangunan baru, bersifat menghubungkan, menyegarkan.

The space that connect the old and the new building is conjucting, refreshing.

makam sukarno 2
Bangunan modern dari kompleks baru. Kaidah desain fungsional dengan memasukkan unsur tradisi masa lalu dalam pemakaian batuan untuk dinding luarnya. Peniruan dan penerusan tradisi masa lampau dari bahan bangunan candi.

The modern building from the new complex. The functional ideas put in the past traditional ideas with the use of stones for the outer wall. The imitation of the old tradition and material from temples in Java.

makam sukarno bung karno 1
Salah satu sudut bangunan baru, superimposing.

One of the corner of the new building, superimposing

modern building
Salah satu sudut interior bangunan baru.

One of the interior corner of the new building.

Photographs by Yogi ‘Awang’ Diwangkoro:

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

sampe juga ke dreamland – bali

April 6, 2008 at 4:08 pm (traveling)

Mengapa Bernama Dreamland?

Pantai Dreamland berada di daerah bernama Pecatu. Tepatnya, beberapa kilometer sebelum Pura Uluwatu yang terkenal suci dan sakral atau berjarak sekitar 45 menit dari kota Denpasar. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi dan dikelilingi batu karang yang besar di sekitar pantainya. Pantai berpasir putih ini, terletak di bawah tebing yang terjal dengan pemandangannya yang begitu rupawan.

Penduduk Pecatu dulunya hidup dengan mata pencaharian sebagai petani. Bertempat tinggal di kontur alam perbukitan yang mengandung kapur, membuat mereka harus menggantungkan hidup dari hasil pertanian yang tidak seberapa pendapatannya.

Kemudian pada sekitar tahun 1996, dibentangkanlah proyek Pecatu Graha yang disponsori oleh Tommy Soeharto yang kala itu sang ayah masih bertakhta menjadi Pemimpin Negara. Pelataran pantai indah itu semula hanya titik kecil dari areal 900 hektar milik PT. Bali Pecatu Graha (BPG), namun kemudian disulap menjadi resort super exclusive yang bernama “Resor Pecatu Indah”.

Konon resor ini tidak hanya berkonsep wisata saja, tetapi akan dijadikan lingkungan permukiman & wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara. Walaupun banyak warga yang menentang proyek ini karena terpaksa harus menjual tanah mereka, namun penduduk Pecatu pada akhirnya berharap proyek resort exclusive ini selesai, sehingga mereka dapat mengubah nasib dengan menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan di sekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian) oleh warga sekitar.

Tapi kenyataan berkata lain, proyek ini akhirnya terbengkalai selama sekian lama karena penguasa saat itu terlanjur lengser. Warga Pecatu yang sudah sangat berharap banyak dari hasil proyek ini akhirnya berinisiatif untuk menjadikan Dreamland sebagai kawasan objek wisata pantai dengan memasang tiket masuk seharga Rp. 5000/orang.

Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Airnya pun masih tampak sebening kristal belum terlalu terusik dan terjamah oleh gerombolan turis yang kerap mengunjungi pulau Dewata ini. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam, memang cocok sebagai dream beach untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (Surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali. Sepanjang pesisir pantai tampak para turis berjemur matahari sambil membaca buku dalam buaian semilir angin atau tertidur lelap tanpa mengenakan pakaian atasnya (Topless).

Aha, ternyata ini lah yang dikatakan betapa Dreamland agak berbeda dengan pantai di Bali pada umumnya dan bahkan lebih mirip dengan Pantai Bondi yang terkenal dengan nude beach-nya. Karena lokasinya yang masih agak terpencil maka turis bebas mengenakan apapun yang mereka sukai di pantai ini, tanpa ada aturan yang mengikat seperti di kawasan pantai lainnya yang melarang para turis berpenampilan telanjang. Di luar dari peradaban timur yang menjunjung tinggi etika kesopanan.

Dreamland adalah pantai nan indah yang kecantikannya melebihi pesona Pantai Bondi sekalipun. Apabila Pulau Dewata menjadi tujuan wisata Anda selanjutnya, Dreamland dapat menjadi pilihan yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

wisata curug 7 bidadari

April 6, 2008 at 3:45 pm (traveling)

HACKED BY ADANALI NO WAR!
Wana Wisata Curug Cilember merupakan objek wisata alam yang mempunyai daya tarik tersendiri yaitu panorama alam berupa hutan alam yang ditumbuhi dengan berbagai jenis tumbuhan hutan tropis dan hamparan tanaman pinus merkusii juga diperkaya dengan berbagai jenis fauna serta sejumlah sumber mata air dan air terjun.

Objek wisata alam (Wana wisata) Curug Cilember sebagai salah satu tujuan objek wisata di daerah Puncak – Bogor merupakan objek wisata keluarga dan wisata minat (petualangan) bagi para pencinta alam.

Untuk Wisata Keluarga dilengkapi fasilitas Taman Keluarga, Taman Kesatriaan Anak-anak juga ada Taman Kupu-kupu dan Merpati Kipas serta Rumah Peristirahatan (Guest House).

Sedangkan untuk wisata minat (petualangan) disamping tersedia areal perkemahan (camping ground) juga tersedia Jalur Trek menuju Air Terjun/Curug (ada 7 curug yang dilewati).

Mengenal Curug Cilember
Wana Wisata Curug Cilember berada pada jalur wisata Puncak Cisarua ± 15 Km dari pintu tol Gadog (Jagorawi). Terletak di kawasan hutan lindung Bogor – Puncak – Cianjur (Bopunjur) pada ketinggian ± 800 m di atas permukaan laut, dengan luas pengembangan ± 5 Ha.

Curug Cilember merupakan daya tarik utama dari Wana Wisata Curug Cilember, disamping objek pendukung lain yang mempunyai daya tarik sendiri. Dengan Tujuh air terjun (Curug) yang berurutan dan masing-masing mempunyai panorama yang khas. Tersedia jalan untuk menikmati keindahan setiap air terjun dari curug tujuh sampai dengan curug curug dua dengan waktu tempuh ± 1 jam berjalan kaki . Lokasi Berkemah (Camping ground) terletak disekitar curug 7 dan curug 5 dengan fasilitas pendukung MCK, Mushola dan Rumah Pohon.

Taman Kupu-Kupu dengan berbagai macam kupu lokal (sesuai habitat asli curug cilember) juga terdapat berbagai koleksi bunga sebagai pakan kupu al : Soka (Ixora sp), Nusa Indah (Mussaenda sp.dll.), Koleksi berbagai jenis pohon inang (pakan ulat) dan Penangkaran kupu dengan 4 jenis kupu (papilio memon, Papilio helenus, Papilio polites, dan Papilio domeleus). Diharapkan melalui penangkaran ini akan berkembang kupu jenis langka misalnya kupu trides sulena dan kupu-kupu hasil silangan.

Taman Keluarga adalah fasilitas lain yang dapat digunakan untuk acara keluarga antara lain sebagai arena botram (makan ngariung/ngumpul bersama keluarga), Shelter (tempat peristirahatan), Kolam Ikan, Koleksi burung merpati kipas, Warung, Art Shop (tempat penjualan Souvenir khas curug Cilember), Koleksi bunga Anggrek, dan jembatan goyang)

Taman Kesatriaan Anak-anak (Children Playground) dengan berbagai macam arena permainan olah fisik anak-anak seperti , Kresna (Naik tangga), Harjuna (Papan luncur), Nakula – Sadewa (meniti tali) dll.

Taman Anggrek yang ada di Wana Wisata Curug Cilember terdiri dari ± 150 jenis, dengan famili antara lain : xandra, paleonopsis, dendrobium, cattyeae, omydium, bulpuphylum, area, aerides, xealopin, askosentrum, slikingarea, dramathophylum, phailus, dll.

Terjunan trek kuda dari curug tujuh ke curug dua melewati hutan pinus, sekaligus dapat melihat aktivitas penyadap getah dengan latar belakang panorama Gunung Gede Pangrango yang memakan waktu sekitar 45 menit

Rumah Peristirahatan (Guest House) dengan panorama Curug 7, Camping Ground dan fasilitas yang didapat adalah ruang pertemuan, air panas, tungku penghangat, dapur juga untuk keperluan Outbond training

Bagi anda yang datang membawa kendaraan disediakan lahan parkir yang cukup luas dengan kapasitas untuk ± 50 mobil.*** (kphbgr/ute)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar