buka warnet murah

April 6, 2008 at 3:38 pm (pengetahuan)

Salah satu tetanggaku memiliki beberapa usaha wartel B – wartel yang kurang dari 4 KBU (Kamar Bicara Umum). Suatu kali aku pernah tanya, kenapa tidak membuka usaha warnet saja, mengingat lokasi rumah-ku dipenuhi oleh kos-kosan mahasiswa karena letaknya sangat dekat dengan kampus ITENAS, ITB, dan UNPAD – ketiga universitas itu bisa diakses dengan 1x naik angkot dengan waktu tempuh yang relatif cepat.

Jawaban dari tetanggaku kurang lebih begini:
Aduh Neng, anak-anak bapak ga sekolah internet, apalagi bapak. Itu kan perlu ilmu yang canggih. Lagian bapak udah tanya ke warnet yang itu (salah satu warnet yang ada disana), katanya musti mulai dari 10 komputer. Atuh, bapak ga ada duitnya segitu mah…
Percakapanku dengan beliau terjadi kira-kira tahun lalu. Waktu itu aku cuma manggut-manggut dan tidak membantah membantah perkataan beliau.

Karena perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu ISP dan memiliki beberapa pelanggan warnet, aku cukup mengerti kendala-kendala yang mereka hadapi. Untuk mendapatkan tingkat kelayakan bisnis yang wajar, maka memang harus dimulai dari 8-10 layar (kurang lebih 30 jutaan yah ?). Biaya operasional yang meliputi bandwidth, listrik dan gaji operator – dimana operator juga harus cukup mengerti sedikit masalah jaringan dan pengoperasian billing. Ditambah lagi kualitas bandwidth yang belum seragam dari setiap ISP. Dari pengalamanku dengan para warnet, bandwidth justru habis dipakai oleh operator ! Akibatnya pemilik warnet merasa kualitas bandwidth-nya kurang melulu sehingga harus up-garde lagi, up-grade lagi.

Profil pengusaha warnet saat ini kebanyakan adalah:

  • Kalangan yang cukup mengerti dunia informatika (orang awam masih menganggap usaha warnet itu rumit dan canggih, seperti tetanggaku tadi)
  • Mempunyai modal yang cukup kuat (orang awam beranggapan bahwa usaha warnet itu beresiko tinggi karena mahal)
  • Lokasi harus ditempat strategis, seperti dekat sekolah, kampus atau perkantoran

Kalau diatas tadi aku sempat menyebutkan bahwa tempatku bekerja adalah sebuah ISP, pada dasarnya tidak hanya ISP, tapi karena kami juga memiliki divisi telekomunikasi dan divisi manufacturing, maka kami berusaha untuk menyederhanakan konsep warnet yang dianggap rumit dan mahal oleh kalangan awam tadi.
Pertama, divisi manufacturing kami membuat sebuah perangkat yang diberi nama Q-OSK Net Billing system yang berfungsi untuk menggantikan PC Router dan Billing system. Dengan demikian, setiap PC dapat dioptimumkan untuk menghasilkan uang, tidak lagi pasif sebagai tool bagi sang operator / admin. Cara penggunaannya sangat mudah, semudah mengoperasikan wartel B tadi, sehingga tidak diperlukan orang yang mengerti router.

Kedua, bagian R&D divisi IT kami membuat konsep pendistribusian bandwidth secara proporsional sehingga memungkinkan bandwidth terdistribusi secara mandiri kemasing-masing PC, sehingga tidak memerlukan bantuan router.

Dengan kedua solusi tersebut, kami berusaha untuk menghadirkan konsep warnet yang lebih sederhana dan menguntungkan. Kami sebut sederhana karena cara pengoperasian yang mudah dan tidak memerlukan SDM yang ‘canggih’. Sedangkan yang namanya menguntungkan sih sudah pasti, bagaimana tidak:

  • Biaya bandwidth yang kami kenakan adalah Rp. 275.000,- per komputer per bulan atau setara dengan Rp. 9.200,- per hari (untuk kecepatan up-to-256 kbps per komputer)
  • Biaya pemakaian akses internet yang diberlakukan di warnet rata-rata Rp. 3.000 – Rp. 5.000 per jam
  • Break-even operasional bandwidth per komputer cukup dari pemakaian 2-3 jam per hari !
  • Berapapun pembayaran dari pelanggan untuk selanjutnya merupakan laba kotor penjualan

Dengan solusi tersebut, mudah-mudahan orang-orang seperti tetanggaku dapat melebarkan usahanya dengan berbisnis warnet. Sampai tahun 2005 saja baru tercatat 4000 warnet di Indonesia, dengan demikian pada tahun 2015 nanti diperlukan sekitar 75.000 warnet untuk memenuhi kebutuhan akses informasi sekitar 250 juta penduduk Indonesia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

jenis2 sablon baju

April 6, 2008 at 3:35 pm (pengetahuan)

JENIS-JENIS SABLON

a. Rubber
yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. UNtuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.

b. Pigmen (manusia babi ) ),
sorry bukan, ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.

c. Plastisol,
cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.

d. Glow in the dark,
cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.

e. Reflektif,
cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.

f. Discharge,
cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

g. Flocking,
cat dengan bentuk jadi seperti beludru.

h. Foam atau cat timbul.
Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.

Separasi proses pemisahan warna disain untuk dijadiin film. Nah jenisnya ada 2 kalo ga salah. Ada yg spor color ato warna blok biasanya ini untuk disain berbentuk vektor, ada yg raster namanya process color. Disebut process color soalnya kalo pake cat plastisol warna2 yg udah dipisahin itu udah ada (udah diproses duluan, maksudnya udah ada yg jual jadinya kita ga perlu nyampur lagi), tapi bisa juga dipake buat cat rubber, tapi ga begitu bagus karena cat palstisol keunikannya adalah bisa ditumpuk pada saat masih basah jadi warnanya bisa nyampur.

Sablon Glitter, Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.

Sablon Foil, Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di undangan2 gitulah.

Sablon High Density , Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung
Sablon High Frequency tuch apa? Ha, apa pla ini bah? gw belon tau, tapi kalo dari namanya mungkin sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))

Sablon Aspal, Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal,… item (warna laen ada ga yaa) dan rada2 kasar dan agak mengkilat gitu,….

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar