sampe juga ke dreamland – bali
Mengapa Bernama Dreamland?
Pantai Dreamland berada di daerah bernama Pecatu. Tepatnya, beberapa kilometer sebelum Pura Uluwatu yang terkenal suci dan sakral atau berjarak sekitar 45 menit dari kota Denpasar. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi dan dikelilingi batu karang yang besar di sekitar pantainya. Pantai berpasir putih ini, terletak di bawah tebing yang terjal dengan pemandangannya yang begitu rupawan.
Penduduk Pecatu dulunya hidup dengan mata pencaharian sebagai petani. Bertempat tinggal di kontur alam perbukitan yang mengandung kapur, membuat mereka harus menggantungkan hidup dari hasil pertanian yang tidak seberapa pendapatannya.
Kemudian pada sekitar tahun 1996, dibentangkanlah proyek Pecatu Graha yang disponsori oleh Tommy Soeharto yang kala itu sang ayah masih bertakhta menjadi Pemimpin Negara. Pelataran pantai indah itu semula hanya titik kecil dari areal 900 hektar milik PT. Bali Pecatu Graha (BPG), namun kemudian disulap menjadi resort super exclusive yang bernama “Resor Pecatu Indah”.
Konon resor ini tidak hanya berkonsep wisata saja, tetapi akan dijadikan lingkungan permukiman & wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara. Walaupun banyak warga yang menentang proyek ini karena terpaksa harus menjual tanah mereka, namun penduduk Pecatu pada akhirnya berharap proyek resort exclusive ini selesai, sehingga mereka dapat mengubah nasib dengan menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan di sekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian) oleh warga sekitar.
Tapi kenyataan berkata lain, proyek ini akhirnya terbengkalai selama sekian lama karena penguasa saat itu terlanjur lengser. Warga Pecatu yang sudah sangat berharap banyak dari hasil proyek ini akhirnya berinisiatif untuk menjadikan Dreamland sebagai kawasan objek wisata pantai dengan memasang tiket masuk seharga Rp. 5000/orang.
Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Airnya pun masih tampak sebening kristal belum terlalu terusik dan terjamah oleh gerombolan turis yang kerap mengunjungi pulau Dewata ini. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam, memang cocok sebagai dream beach untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (Surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali. Sepanjang pesisir pantai tampak para turis berjemur matahari sambil membaca buku dalam buaian semilir angin atau tertidur lelap tanpa mengenakan pakaian atasnya (Topless).
Aha, ternyata ini lah yang dikatakan betapa Dreamland agak berbeda dengan pantai di Bali pada umumnya dan bahkan lebih mirip dengan Pantai Bondi yang terkenal dengan nude beach-nya. Karena lokasinya yang masih agak terpencil maka turis bebas mengenakan apapun yang mereka sukai di pantai ini, tanpa ada aturan yang mengikat seperti di kawasan pantai lainnya yang melarang para turis berpenampilan telanjang. Di luar dari peradaban timur yang menjunjung tinggi etika kesopanan.
Dreamland adalah pantai nan indah yang kecantikannya melebihi pesona Pantai Bondi sekalipun. Apabila Pulau Dewata menjadi tujuan wisata Anda selanjutnya, Dreamland dapat menjadi pilihan yang sangat menarik untuk dikunjungi.